kemarin, tepatnya hari senin, tanggal 26 November 2007, adalah hari yg gg mungkin saya, dan semua siswa delayota (delapan yogyakarta) lupakan.
puncak dari keingintahuan, kekesalan, kelelahan, dan yang terpenting, kepedulian kami atas sekolah tercinta ini.
(semoga) semua unek” kami yang mengganjal dan mengganggu kami, kami tumpahkan dalam Forum Aksi Peduli Delayota (FAPD) besar-besaran. dengan peserta seluruh siswa delyota, serta
bapak-ibu guru dan karyawan. tak ketinggalan bapak kepala sekolah dan bapak-ibu wakasek. dalam acara ini (pada awalnya), siswa serta bapak-ibu guru dan karyawan, diperbolehkan bertanya kepada bapak kepala sekolah tentang berbagai hal. antara lain dengan dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh pihak sekolah. berbagai pertanyaan dilontarkan, dan dijawab oleh bapak kepala sekolah. memang, beberapa pertanyaan dijawab dengan muter-muter gg langsung to the point. para siswa tampak tidak puas. begitu juga saya. tapi, terselenggaranya acara ini, sudah cukup menggembirakan saya. kita telah melakukan sesuatu. kita telah melakukan apa yang selama ini hanya kami baca di buku” teks wajib yang bertuliskan PPKn (atau sekarang PKn). ya. sebuah aksi yang saya anggap demokratis kami dapat memberikan pendapat dengan bebas. yang tentu saja masih dalam norma kesopanan.
tak lama kemudian, bberapa wartawan masuk ke tengah” forum (yang diadakan di lap. badminton) . beberapa siswa memang melarang wartawan masuk, hal ini dikarenakan kami menganggap, bahwa ini masalah intern, sehingga tak perlulah menjadi konsumsi orang lain, apalagi publik. sedikit terjadi kekisruhan, tapi suasana dapat kembali normal.
tak lama kemudian, saya keluar dari arena forum. dan pergi ke depan (ke pagar depan). disana saya bertemu beberapa teman, yang berada disana. ternyata disana banyak wartawan dan seorang bapak (yang kemudian saya ketahui bernama pak endro) yang sedang berbicara pada kamera milik wartawan.
setelah itu, bapak tersebut masuk kedalam, ke arena forum, dan berbicara. posisi saya yang berada di pagar gerbang, tidak memungkinkan saya mendengar dengan jelas suara bapak tersebut.
setelah beberapa menit didepan, saya kembali ke arena.disana beberapa siswa tampak menangis sambil memeluk bapak-ibu wakasek dan kepala sekolah. hampir semua siswa meneteskan air mata. saya yang baru datang, hanya bisa bertanya-tanya. seorang teman, yang tadinya menjadi pembawa acara sudah menangis tersedu. saya hanya bertanya pada beberapa kakak kelas(yang kemudian menggantikan menjadi pemandu acara), ternyata para siswa(dan guru) meneteskan air mata haru karena bersama-sama menyanyikan himne guru. saya sendiri kurang tau, cerita sebelumnya knp siswa-siswi dan beberapa guru sampai menangis.
setelah itu, bapak indro melanjutkan berbicara menggunakan pengeras suara. karena waktu terbatas, saya mencoba meminta dengan hormat supaya nbapak indro mempersingkat pembicaraannya. tapi, beliau malah menganggap saya tidak suka dengan kebenaran. saya merasa sedih dan terhina, tapi mau bagaimana? saya pun hanya terdiam karena bingung.
setelah itu, giliran bu mahfud , anggota komite tetap, berbicara dalam kesempatan ini, beliau memberi wejangan pada siswa-siswi yang ada. beliau juga menjelaskan beberapa hal terkait dengan masalah yang sedang dibicarakan dan yang berkembang di media masa. yang kemudian sempat terjadi pembantahan oleh bapak indro, semacam perang pendapat. entah mana yang benar mana yang salah. keduanya bersikeras memegang pendapat masing”. sempat terucap kalimat
“demi Allah”
dari bibir pak Indro, semoga dapat dipertanggungjawabkan (amin).
setelah itu, acara tanya jawab dilanjutkan. seorang siswa bertanya pada pak indro, dan berpendapat bahwa yang dilakukan beliau cukup mengganggu siswa. selain itu seorang siswa lagi ,mengatakan, bahwa berita yang mengatakan bahwa,
dua orang guru mau adu fisik dalam forum siswa
adalah tidak benar. yang terjadi hanyalah perbedaan pendapat antara dua guru, sama sekali tidak ada adu fisik, maupun tanda” akan ada adu fisik. entah dari mana bapak Indro bisa berpendapat bahwa dua guru tersebut akan melakukan adu fisik. padahal beliau tidak ada didalam forum tersebut. saya, kebetulan ada dalam forum tersebut, dan melihat langsung yang sesungguhnya terjadi. jelas tidak benar kalau kedua guru tersebut akan melakukan adu fisik. pak indro menjawab, bahwa itu hanya salah satu dari masalah yang ada. entah apa maksudnya.
forum berakhir setelah tengah hari. setelah forum ditutup, para siswa menyalami bapak-ibu guru. saya sendiri ikut menyalami bapak-ibu guru. sedikit ada kesedihan di hati, entah kenpa.
pak indro pun pergi begitu saja, entah naik apa dan dengan siapa.
setelah itu, ketua komite sma n 8 datang dan mengadakan forum dengan beberapa siswa, hadir juga dalam forum kecil yang diadakan di aula sman 8 tersebut, bapak Abu dan bapak nurrahmat, juga beberapa anggota komite, tetap maupun tidak tetap. bapak sutardi(kepala komite) menjawab pertanyaan yang dilontarkan siswa. tapi kebanyakan jawabannya kurang memuaskan.
hff. hari yang berat.
let’s pray together, hope the best thing for us.
kebenaran akan menunjukkan jalannya